Desember 18, 2018

Fenomena Cebong dan Kampret Di Internet

Foto [google.co.id]
Hasanbahtiar.com - Fenomena politik saat ini tidak kalah hangatnya dengan berita artis, segala yang menyangkut dengan politik menjadi hangat untuk diperbincangkan.

Tak ayal netizen pun terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok yang pro kepemerintahan Presiden Joko Widodo dan yang pro Prabowo Subianto.

Saling membuat Opini atau argumen tentang calon presiden masing-masing sudah tak heran.

Membuat Biografi dan Riwayat kedua calon juga sudah tidak heran.

Bahasa Cebong untuk pendukung nomer 1 dan Bahasa Kampret untuk pendukung nomer 2 juga sudah tidak asing dan heran karena sering bahkan berseliweran di media sosial.

Namun ada yang membuat saya miris dimana jika seorang membuat argumen yang pada intinya sebuah opini dan tidak mengejek atau bahkan tidak mengatakan salahsatu nama hewan yang saya sebutkan tadi, mendadak para pendukung nomer 2 menyebut cebong, tolol, bego, otak tidak ada isi padahal saya tidak mengejek hanya share artikel tentang riwayat salah satu presiden.

saya juga sering membaca baik digroup Facebook atau status yang lewat di beranda, saya amati komentar-komentar netizen, terkadang saya heran dengan pendukung nomer urut 2, mau buat status apa saja nampaknya tidak bisa disikapi dengan dewasa, terbukti kata-kata tidak pantas lagi kasar pun keluar.

Lebih parahnya lagi jika ada seorang TKI yang bekerja di luar negeri karena pro dengan yang berbeda dengannya, siap-siap cacian, makian akan dilemparkan kepada orang tersebut.

Mereka menganggapnya TKI itu orang bodoh jadi pantes kerja ke luar negeri dsb.

Hal tersebut membuat Miris tentu saja, ketika perbedaan tidak disikapi dengan kedewasaan yang terlihat adalah kekanak-kanakan.

Bagi saya janganlah hanya karena perbedaan pandangan politik kemudian menghina status dan fisik.

Mau bagaimanapun sekuat apapun kamu mendukung, membela akan tetapi jika tindak-tanduk mudah melancarkan kata yang tidak sepantasnya maka orang yang waras juga akan berfikir pendukung mana yang bersikap bijak dan dewasa.

Saya yakin kedua pasangan calon tersebut juga tidak ingin jika para pendukungnya bertindak arogan.

Jadikanlah Pilpres 2019 damai, santun serta berakhlak, baik di media sosial atau dunia nyata.

Oleh Muhammad Hasan Bahtiar
Disqus Comments