Selasa, 06 November 2018

Banjir, Longsor Landa Cilacap Hingga Pagar Bandara Tunggul Wulung Rusak



CILACAP - Hujan lebat yang terjadi Senin malam (5/11/2018) memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Selasa (6/11/2018). Komplek Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara pun tak luput dari luapan banjir.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, banjir menggenangi jalan menuju Bandara Tunggul Wulung.

Di saat bersamaan, pergerakan tanah juga terjadi di area dekat landasan pacu atau Runway Bandara. Kendati demikian, Komara belum mengetahui apakah bencana berdampak pada operasional bandara. Petugas BPBD hari ini dijadwalkan mengecek lokasi bandara.

“Itu di pinggiran,” katanya, Selasa (6/11/2018). Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap Kodirin menambahkan, kejadian longsor itu tepatnya terjadi di Dusun Sumur Bandung Rt 04/10 Kelurahan Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara pukul 14.00 Wib, Selasa (6/11/2018). Longsor yang dipicu hujan lebat itu berdampak pada rusaknya pagar Bandara Tunggul Wulung sebelah barat dengan volume kurang lebih 10 meter.

"Taksiran kerugian diperkirakan sebesar Rp 25 juta," katanya. Selain di Bandara Tunggul Wulung, banjir dan longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Jeruklegi dan Maos.

Di Kecamatan Maos, banjir melanda wilayah Desa Karangreja, Selasa siang. Banjir merendam sedikitnya lima rumah di tiga RT meliputi, RT 3/3, RT 2/3 dan RT 2/4. Banjir di wilayah itu dipicu hujan lebat yang terjadi sejak Senin malam hingga Selasa siang. Ketinggian air sekitar 50 sentimeter. “Kondisi air sudah mulai surut. Tetapi kalau terjadi hujan cukup tinggi maka banjir akan meluas," katanya.

Banjir juga melanda wilayah Dusun Cikorol desa Brebeg Kecamatan Jeruklegi, Selasa siang (6/11/2018).
Akibatnya, jalan yang menghubungkan Dusun Cikorol Desa Brebeg Jeruklegi dengan Desa Sidaurip Kecamatan Kawunganten tergenang air. Arus lalu lintas baik kendaraan maupun pejalan kaki melalui jalur itu pun terganggu.

Karena jalan terputus akibat banjir, penduduk sejumlah 30 kepala keluarga (KK) terisolasi. "Kami mengimbau warga melalui kepala desa untuk selalu waspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," katanya. Warga diimbau mewaspadai kemungkinan banjir lebih besar karena masih ada potensi hujan lebat sore dan malam ini. Jika curah hujan tinggi, banjir berpotensi meluas dan genangan semakin tinggi.

Sumber: Tribunnews.com
Disqus Comments