Kamis, 18 Oktober 2018

Waw, Kopi Cilumping Merambah Eropa


Dayeuhluhur - Kopi Cilumping dari Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, sudah mulai merambah ke Eropa. Setelah pekan lalu dipromosikan pada Pameran COTECA atau pameran kopi, teh, dan kakao di Hamburg, Jerman, belum lama ini.
Selain sebagai ajang pameran kopi, pada pameran kemarin juga dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk mencari pembeli. Sehingga diharapkan kopi-kopi Cilacap bisa diekspor sampai ke Eropa.
“Ada beberapa pembeli yang mulai tertarik, dan minta dikirimkan sampel 100 gram,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Cilacap, Dian Arinda Murni, Selasa (16/10/2018). Nantinya sampel yang dikirimkan ini dalam bentuk green bean, nantinya akan di-roasting sendiri oleh pembeli tersebut.
Kopi Cilumping merupakan varietas robusta. Ada beberapa negara di Eropa yang memang menyukai kopi varietas ini, karena rasanya lebih soft.
Menurut Reny, begitu dia disapa, mengatakan jika potensi produksi Kopi Cilumping ini sangat tinggi. Dalam satu tahun, produksi di Dayeuhluhur mencapai 100 ton biji kopi. Akan tetapi yang menjadi permasalahan jika diekspor ke Eropa, tidak bisa secara berkelanjutan setiap bulan. Pasalnya, kopi ini panen antara Maret sampai Juni saja.
“Potensinya ada, sangat bisa dan layak banget untuk diekspor, karena kapasitas produksinya saja mencapai 100 ton. Hanya saja panennya Maret sampai Juni, ini yang harus disesuaikan pembelinya,” ujarnya.
Diungkitnya potensi kopi di Cilumping Dayeuhluhur, kata dia, melihat sejarah Kepatihan Dayeuhluhur ada sebanyak 480 ribu petani kopi, dan merupakan terbesar di Jawa pada saat itu. Bahkan kopi ini sudah diekspor sampai ke Eropa melalui Pelabuhan Cilacap. Karena itu, dengan promosi ini juga untuk menggali potensi kopi yang dulu sudah ada di Dayeuhluhur.
Selain promosi Kopi Cilumping, pada kesempatan pameran kemarin Pemkab Cilacap juga mempromosikan Gula Semut ke pasar Eropa.
Sekretaris Daerah Pemkab Cilacap, Farid Ma’ruf yang juga ikut dalam promosi Kopi Cilumping di Hamburg Jerman ini mengatakan produk kopi yang diekspor ini memiliki beberapa kriteria yang dipenuhi. Di antaranya berlabel sertifikat uni eropa, kualitasnya baik serta kuantitasnya serta kontinuitasnya.
“Jadi kalau mau ekspor ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada label sertifikasi dari sana, diuji kualitasnya baik atau tidak, lalu stoknya, jangan sampai nanti mereka minta tiap bulan, stoknya tidak ada,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Cilacap juga akan berupaya untuk mendukung promosi kopi Cilacap. Mulai dari penanaman kopi yang berkualitas bukan hanya di Cilumping, tetapi di daerah lainnya. Sehingga hasil produksi akan lebih banyak kuantitasnya. “Kewajiban Pemkab juga untuk memfasilitasi agar bisa bersertifikat sehingga bisa diterima di Eropa,” katanya.
Pameran kopi, teh dan kakao (COTECA) tahun 2018 di gelar di Kota Hamburg yang merupakan pusat perdagangan biji kopi, teh, dan pengolahan kopi. Kopi Cilumping turut serta dalam pameran ini setelah menjadi juara 1 di Jawa Tengah, dan juga pada saat di Taman Mini Indonesia Indah.
Pada pameran tersebut, dihadiri oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Sekda Cilacap Farid Ma’ruf, Kepala DPKUKM Dian Arinda Murni, Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Cilacap Dian Setya Budi, serta Kabag Umum Setda Cilacap Yuliaman.
Source: Satelitpost
Disqus Comments