Senin, 29 Oktober 2018

Selfie Antara Gaya Hidup dan Ekspresi

Pertama kali mengenal media sosial seperti facebook kira-kira tepatnya tahun 2010, entah mengapa dari mulai mengenal media sosial sampai sekarang foto-foto saya bisa dihitung, ya sekitar dibawah 20 foto.

Berbeda dengan orang lain, melihat orang lain itu sepertinya tiada hari tanpa selfie, baik dari mulai pelajar sampai emak dan bapak-bapak, bahkan para aktivis rohis seperti akhwat, kesana kemari selfie, gonta-ganti jilbab lebar, bahkan yang bercadar pun demikan tidak kalah karena memang trendnya.haha

Saya melihat mereka itu lebih suka melihat teman semedia sosialnya yang sama suka selfie juga, kemudian atau lantas mereka meyakini yang tidak suka selfie itu munafik atau bahkan mengira bahwa yang demikian itu orangnya terlalu serius dan tidak mudah diajak humor, haha

Its ok saya tau ko karena saya juga manusia yang normal dan punya akal juga, mungkin seperti ini "mas bro urep iku mah gae heppi ae ben ga sepaneng (hidup itu mah di bikin happi aja biar ga terlalu serius), ben ngga cepet tuo (biar ngga cepat tua), mungkin begitu kata dalam hatiku. haha

Biarlah mereka bebas berekspresi mungkin memang selfie sudah menjadi sebuah gaya hidup dan sebuah ekspresi yang menggambarkan selalu senang tanda orang anti mengeluh atau selalu bahagia tidak galauan. Haha cie 🙊

saya sebetulnya menulis ini tidak bermaksud menyinggung karena semua itu adalah hak setiap pribadi masing-masing, dan bagaimana diri masing-masing..... Bersambung
Disqus Comments