Selasa, 03 Juli 2018

Pasar Zaman Jahiliah di Arab Saudi Akan Jadi Destinasi Wisata

Warisan Nasional Arab Saudi, Oasis Al-Ahsa, masuk dalam daftar World Heritage UNESCO. Indonesia memberikan dukungan kepada Arab Saudi dalam forum the 42nd session of the World Heritage Committee yang diadakan di Manama, Bahrain, 24 Juni sampai 4 Juli 2018. Oasis Al-Ahsa adalah situs alam terletak di wilayah timur Saudi yang menurut penelitian arkeologi sudah ada sejak berabad-abad sebelum Masehi. Sumber: Dokumen KBRI Arab Saudi

Arab Saudi secara serius akan menjadikan pasar-pasar jahiliah yang ada sebelum kedatangan Islam sebagai destinasi wisata peninggalan bersejarah. Salah satunya adalah Souq Ukaz atau pasar Ukaz, yakni sebuah pasar yang populer pada zaman jahiliah dan sangat melegenda di kalangan para penyair era itu.

"Pekan depan dengan fasilitas pesawat khusus Kerajaan, kami akan berkunjung ke Souq Ukaz, di kawasan Thaif,“ kata Duta Besar Indonesia untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, Senin, 2 Juli 2018.

Warisan Nasional Arab Saudi, Oasis Al-Ahsa, masuk dalam daftar World Heritage UNESCO. Indonesia memberikan dukungan kepada Arab Saudi dalam forum the 42nd session of the World Heritage Committee yang diadakan di Manama, Bahrain, 24 Juni sampai 4 Juli 2018. Oasis Al-Ahsa adalah situs alam terletak di wilayah timur Saudi yang menurut penelitian arkeologi sudah ada sejak berabad-abad sebelum Masehi.

Arab Saudi menyimpan banyak tempat-tempat peninggalan bersejarah dan peninggalan jejak perjalanan para Nabi. Agus menjelaskan diantara peninggalan bersejarah yang paling kontroversial adalah situs Madain Saleh yang diyakini sebagai kota kaum Tsamud yang dilaknat dan dikutuk karena durhaka kepada Allah. Banyak ulama konservatif Saudi yang melarang bahkan mengharamkan untuk mengunjungi situs ini. Namun setelah dilakukan kajian yang komprehensif akhirnya Kerajaan Saudi membuka kawasan Madain Saleh ini sebagai destinasi wisata.

“Kami pernah berkunjung ke situs ini dengan fasilitas pesawat khusus dari Kerajaan Saudi, menyaksikan dari dekat gunung2 batu yang dipahat seperti tempat wisata Petra di Yordania. Namun Madain Saleh belum begitu tertata rapi. Kami melihat pula sebuah sumur yang diyakini sebagai tempat minum unta Nabi Saleh, yang berusia 3000 tahun sebelum Masehi," kata Agus.

Sebelumnya, Indonesia secara resmi memberikan dukungan kepada Arab Saudi untuk menominasikan Oasis Al-Ahsa dalam daftar World Heritage UNESCO 2018. Oasis Al-Ahsa adalah situs alam di wilayah timur Arab Saudi yang menurut penelitian arkeolog sudah ada sejak berabad-abad sebelum Masehi.

Beberapa situs peninggalan bersejarah Arab Saudi yang sudah masuk dalam World Heritage Site UNESCO adalah Madain Saleh, distrik At-Turaif di Dir'iyah, Historic Jeddah atau Gerbang ke Makkah dan Lukisan Purba. Yang terbaru, UNESCO memasukan Oasis Al-Ahsa dalam daftar World Heritage pada Sidang ke-42 World Heritage Committee di Manama, Bahrain pada 24 Juni sampai 4 Juli 2018.
Sumber: Tempo.co
Disqus Comments