Jumat, 15 Juni 2018

Kekeringan Melanda, BPBD Cilacap Mulai Distribusikan Air Bersih



Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah mulai mendistriusikan bantuan air bersih ke enam desa di dua kecamatan yang mulai mengalami krisis air bersih. Tapi terkendala oleh jumlah armada tanki BPBD yang hanya dua unit sehingga pengirimannya harus bergilir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Martono mengatakan hingga Selasa (12/6/2018) kemarin, BPBD sudah mengirimkan sebanyak 13 tangki air ke enam desa. Droping air bersih dimanfaatkan oleh sebanyak 586 kepala keluarga yang terdiri dari 2.482 Jiwa.

“Karena warga sudah mulai membeli air untuk kebutuhan konsumsi. Sementara ini, baru Kecamatan Kawunganten dan Bantarsari yang terparah,” katanya, Rabu sore (13/6).

Dia merinci, bantuan air bersih itu dikirimkan ke Desa Binangun sebanyak empat tangki, Bringkeng dua tangki, Ujungmanik dua tangki, Desa Bojong dua tangki, Grugu satu tangki, dan Sidaurip dua tangki air bersih.

“Kita tiap hari jadwalkan keiling untuk mendistribusikan air bersih ke desa yang membutuhkan. Tapi kan kita tidak bisa memenuhi semuanya, jadi harus tetap bergilir,” ujarnya.

Dia mengakui, bantuan air bersih yang dikirimkan BPBD Cilacap tak bisa memenuhi seluruh kebutuhan air bersih warga. Pasalnya, BPBD hanya memiliki dua armada tangki untuk pengiriman air bersih. Sebab itu, BPBD menerapkan sistim giliran di desa-desa yang mengalami krisis air bersih.

Martono mengemukakan, BPBD juga tetap menyiagakan Posko tanggap darurat bencana pada libur dan cuti bersama lebaran 2018 ini. Kata dia, salah satunya untuk menanggulangi krisis air bersih yang mulai terjadi di Cilacap.

Untuk memperoleh bantuan air bersih, kepala desa di wilayah terdampak mengirimkan surat permohonan bantuan air bersih ke BPBD. Selanjutnya, BPBD menjadwal pengiriman air bersih, disesuaikan dengan kesiapan armada.

“Kita sifatnya hanya mengurangi, membantu. Jadi kita terkendala oleh armada tanki BPBD yang hanya dua unit, jadi harus tetap bergilir,” jelas Martono.

Dia menjelaskan, berdasarkan pemetaan BPBD Cilacap, terdapat 48 desa di Kabupaten Cilacap termasuk zona rawan kekeringan. Sebagian besar terletak di wilayah dataran rendah atau pesisir selatan Cilacap, di antaranya Kecamatan Patimuan, Bantarsari, Kawunganten, Sidareja, Gandrungmangu dan Patimuan.

Dia menambahkan, menghadapi musim kemarau ini, BPBD telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk desa-desa kekeringan. Tetapi jumlah itu masih bisa ditambah menyesuaikan kondisi di lapangan. Jika stok air tak menyukupi, BPBD akan kembali mengajukan penambahan ke pemerintah.

Bantuan air bersih juga berasal program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta, BUMN mapun bantuan lembaga non-profit. Tahun 2017 lalu, distribusi air bersih selama kemarau di Cilacap mencapai 200 tangki.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno
Diulas Kembali : Muhammad Hasan Bahtiar
Hasanbahtiar.com/Gatra.com
Disqus Comments