Sabtu, 02 Juni 2018

Jalan Mendadak Ambles 3 Meter, Belasan Ribu Warga 2 Desa di Cilacap Terisolasi



Cilacap - Masa peralihan musim dari penghujan ke kemarau ditandai dengan semakin menipisnya curah hujan. Tetapi, bencana memang tak kenal musim. Dilaporkan, dua desa di Cilacap, Jawa Tengah, terisolasi akibat jalan ambles sedalam tiga meter.

Jalan ambles atau longsor identik dengan hujan lebat yang turun tak henti-henti. Kandungan air tinggi menyebabkan tanah kehilangan cengkeramannya.

Inilah yang terjadi di Cilacap bagian barat. Wilayah yang sebagian besar desanya berada di zona merah longsor, lantaran berada di lereng pegunungan tengah Jawa yang membentang di lima kecamatan.

Pada peralihan musim ini, wilayah Cilacap bagian barat mendadak diguyur hujan lebat. Memang, berdasar keterangan Badan Meteorologi Kliomatologi dan Geofisika (BMKG) masa peralihan musim, tak berarti nihil hujan lebat.

Hujan yang turun sepekan berturut-turut pada pertengahan hingga awal dasarian ketiga Mei 2018 itu menyebabkan tanah di kawasan Perhutani titik Pasir Haji, Kutabima, retak-retak dan sedikit ambles. Jalan berstatus milik kabupaten ini menghubungkan Desa Cisalak ke Kutabima dan Karangsari di ujung perbatasan.

Sepekan kemudian, ketika hujan tak lagi turun, tiba-tiba tanah yang tadinya hanya retak-retak itu ambles, Jumat sore, 1 Mei 2018. Tak tanggung-tanggung, jalan ambles sedalam tiga meter.

Akibatnya, belasan ribu orang di dua desa terisolasi. Sepeda motor dan mobil tak bisa melintas akibat jalan ambles.

Jelang Arus Mudik Lebaran, Bagaimana Penanganan Jalan Ambles?

“Yang terisolasi total ada dua desa, yang terdampak tiga desa. Kutabima, Kertasari dan Cisalak,” ucap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Martono, saat dihubungi Liputan6.com Jumat malam.

Selain memutus jalur ke dua desa, jalan ini adalah penghubung alternatif antara Cilacap-Brebes. Putusnya jalur ini menyebabkan warga harus berputar jauh ke jalur kecil penuh hambatan di sisi timur.

Sebab itu, BPBD Cilacap pun segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera menangani jalur vital ini. Apalagi, saat ini adalah pekan kedua Ramadan yang berarti sudah semakin dekat dengan masa mudik Lebaran 2018.

Namun, lantaran belum mengkaji kondisi tanah ambles, BPBD belum memutuskan apakah akan langsung menguruk jalur itu untuk sementara atau membuat jalan baru. Perlu studi geologi agar penanganan tak percuma.

"Kami akan assesment terlebih dahulu sebelum memutuskan penanganannya seperti apa," dia menjelaskan.

Namun begitu, Martono memastikan bakal mempercepat penanganan jalan ambles ini. Sebab, selain berarti vital bagi puluhan warga tiga desa, banyak pula warga desa lain yang mengakses jalan ini untuk menuju ke Kabupaten Brebes.

Sumber: Liputan6.com
Disqus Comments