Senin, 04 Juni 2018

Ada Buah Berjamur di Etalase Toserba di Cilacap



Cilacap - Masih ditemukan makanan yang mengandung zat pewarna rhodamin di pasar pada saat monitoring dilakukan Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah Kabupaten Cilacap, Kamis (31/5/2018) kemarin. Monitoring ini dilakukan di empat tempat, Pasar Lebeng, Pasar Sidodari, Rita Pasaraya, dan Toserba Sami Laris.

Diketahuinya makanan tersebut mengandung zat pewarna berbahaya, karena tim yang terdiri dari Dinas Pangan dan Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan, Polres Cilacap, Tim Penggerak PKK, Satpol PP melakukan pengecekan menggunakan alat ultraviolet.

“Di Pasar Lebeng masih ada makanan kuping gajah yang mengandung pewarna membahayakan, kami sudah minta untuk ditarik, agar tidak dijualbelikan. Lalu di Pasar Sangkalputung (Sidodadi, red) hampir semua pedagang menjual karag yang mengandung zat pewarna rhodamin,” ujar Ketua Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah, Ety Helinah, Kamis kemarin.

Untuk karag yang ditemukan di Pasar Sidodadi, petugas meminta kepada Kepala Pasar untuk mencari tahu siapa pemasok makanan tersebut. Serta meminta agar tidak dijual kembali apabila masih menggunakan zat pewarna berbahaya.

Sementara itu di Rita Pasaraya, petugas tidak menemukan bahan makanan yang kedaluwarsa, maupun tidak memiliki izin. Bahkan, petugas juga membongkar satu parcel yang dijual, untuk mengecek tanggal kedaluwarsa dari makanan tersebut.

Akan tetapi, petugas menemukan buah yang sudah tidak bagus. Bahkan sudah berjamur masih dijual di etalase buah-buahan di Sami Laris.

“Di Rita aman, dan di Sami Laris ini kita menemukan ada buah-buahan yang tidak bagus, kami ingatkan untuk segera diganti,” ujarnya.

Pemantauan ini, kata dia, dilakukan agar bahan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat aman, dan sehat. Pemda juga meminta kepada masyarakat untuk selalu mengecek tanggal kedaluwarsa, serta tidak membeli makanan yang mengandung warna sangat mencolok.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk membelanjakan uangnya guna membeli bahan makanan atau makanan yang sehat,” katanya.

Nurayah, pedagang di Pasar Sidodadi yang menjual karag mengatakan tidak mengetahui jika makanan tersebut mengandung zat pewarna yang membahayakan. Dia hanya di pasok oleh pedagang lainnya.

“Tapi nyatanya laris saja, kalau ditarik lagi ya gimana, saya sudah bayar barangnya,” ujarnya.

Dia mengaku membeli karag tersebut dengan harga Rp 12 ribu/kg. Meskipun demikian, ke depan dia tidak akan membeli lagi karag tersebut dari pedagang lainnya. (ale)
Sumber: Satelit Pos
Disqus Comments