Kamis, 31 Mei 2018

Bazar di Majenang, Dua Jam 400 Paket Beras Ludes

MAJENANG – Sebanyak 400 paket beras, ludes hanya dalam waktu 2 jam. Beras ini diburu warga Kecamatan Majenang karena harganya sangat murah. Tiap paket berisi 2 kilogram beras, mereka hanya perlu mengeluarkan Rp 13 ribu saja.

Sementara harga di pasaran per kilogram berkisar antara Rp 8 ribu hingga Rp 9,5 ribu. Aksi borong beras ini terlihat saat pasar murah digelar Kecamatan Majenang, di Pendopo Desa Bener, Senin (28/5) lalu.



BORONG : Warga memburu beras, minyak, telur dan gula pasir di pasar murah yang digelar oleh Kecamatan Majenang, Senin (28/5) kemarin. HARYADI/RADARMAS

Pasar murah ini juga menyediakan sejumlah kebutuhan lain. Seperti telur, minyak goreng, gula pasir dan minuman segar dalam botol. Telur menjadi komoditas pertama yang ludes. Panitia menjual seharga Rp 15 ribu per kg. Sementara minyak dijual Rp 7,5 ribu per liter.

“Harga semuanya di bawah pasaran,” ujar Camat Majenang, Oktrivianto Subekti. Dia mengatakan, pasar murah ini sebagai upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat.

Mereka diharapkan tetap bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga terjangkau saat puasa. Biasanya, harga pada bulan suci kerap mengalami lonjakan. “Biasanya ada kenaikan. Ini kita kasih yang murah biar terjangkau warga,” kata dia. Selain itu, pihaknya memilih Desa Bener menjadi lokasi kegiatan. Dengan demikian warga di desa pegunungan bisa ikut merasakan harga murah. Desa Bener berada di wilayah pegunungan, atau di sisi utara Kecamatan Majenang.

Sementara kegiatan serupa sebelumnya selalu berpusat di kantor kecamatan. “Warga pegunungan bisa ikut merasakan,” ungkapnya. Menurut dia, barang yang dijual merupakan sumbangan dari berbagai pihak. Termasuk dinas dan instansi yang ada di Kecamatan Majenang. Masing-masing menyumbangkan barang dan dijual kembali dengan harga murah. “Sumbangan dari teman-teman UPT dinas,” jelasnya. Pasar murah dimulai sekitar pukul 08.00. Menjelang pukul 10.30, nyaris semua dagangan sudah beralih ke tangan pembeli. Panitia tinggal menyisakan sedikit minyak dan gula pasir. Namun barang ini kemudian juga ludes dibeli warga karena harganya lebih murah dibandingkan jika membeli di pasar atau warung. (har/din)
Disqus Comments